DI ALAM TERBUKA

di tulis oleh : firzaimoet
Sumber : firzaimoet Blog

DI ALAM TERBUKA

Banyak kejadian dalam kehidupanku. Sejak pemerkosaan yang dilakukan calon suami pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah keluargaku itu (pada ceritaku sebelumnya, aku jadi cuek dengan diri sendiri. Aku jadi ketagihan sex. Yang ada di pikiranku adalah “telanjur basah, mandi sekalian. EGP??!!”

Seperti kejadian sekitar 2 atau 3 tahun lalu saat usiaku sekitar 17 tahun menuju ke 18. Karena renang sudah menjadi hobiku, aku sering pergi berenang sendiri di kolam renang dekat rumahku. Kadang memang sama teman – teman, tapi lebih sering sendiri. Kadang aku sering merasa horny kalau sedang memakai swimsuit karena payudaraku terlihat menonjol karena tak memakai Bra. Maka timbulah rasa menantang dalam diriku. Tantangan yang berkaitan dengan sex sampai sekarang telah menjadi kebiasaanku dalam kehidupan keseharianku. Mungkin aku agak Pshyco, padahal aku sendiri kuliah di jurusan tersebut. Ah….emang gue pikirin….???!! Dalam pikiranku, aku ingin sesuatu yang menantang saat itu. Karena saat itu masih pagi, aku rasa waktunya cocok buat membuat tantangan pada diriku sendiri. Di ruang ganti aku nekad naked di depan cermin sambil berfoto – foto ria menggunakan HPku. Lalu aku nekat keluar dan menuju tempat mandi cewek. Saat itu suasana bener2 sepi. Yang ada Cuma mbak receptionist yang tentu ada di balik meja kerjanya.

Tapi aku tetap saja merasa kurang menantang. Aku melakukan hal yang lebih nekat. Aku tengok keluar, melihat apa sudah ada orang – orang yang datang untuk berenang atau nge-Gym di sana (karena di sana ada Gym nya juga). Dan… aman…… aku keluar dari kamar mandi cewek dan menuju ke kamar ganti cowok. Dan…ups…. Ternyata ada cleaning service nya. Cowok pula. Tapi dia ngga liat aku, karena dia membelakangiku. Jadi aku langsung aja masuk ke kamar mandi cowok dan menunggu clening service tadi pergi. Sekitar 5 menitan aku di kamar mandi cowok, dan mulai kedinginan. Aku ngga nyangka ternyata kamar mandi cowok agak bau dan pintunya pun ngga penuh, jadi kalau kita berdir, akan keliatan kepala dan kaki kita dari luar sehingga aku harus berjongkok terus selama 5 menit an. Setelah si cleaning service pergi, aku keluar dan menuju kamar ganti cewek. Tapi, gila….. ada sekelompok cowok menuju ke ruang ganti cowok. Terpaksa mau ngga mau aku harus balik ke ruang ganti cowok lagi. Ngga lucu dong kalau mereka liat ada cewek kece bugil di sekitar kolam renang……

Aku ngga masuk di kamar mandi cowoknya, tapi aku menuju kamar ganti cowoknya, karena pintunya lebih tertutup, tapi bagian atasnya terbuka jadi memungkinkan kalau ada orang yang berusaha mengintip dari atas. Aku deg – degan bukan main. Tapi asyik banget rasanya tantangan ini. Baru kali ini aku melakukan ini. Di dalam kamar ganti aku menggigil kedinginan, tiba – tiba pintu kamar ganti yang aku tempati diketok. Mmampuz…….. aku kira dia tahu kalau ada cewek bugil di dalam. Tapi ngga lama kemudian orang itu berhenti ngetuk pintu. Akhirnya……………………………

Setelah aku dengar mereka sudah pada keluar, aku membuka sedikit pintunya dan mengintip keluar apa sudah keluar semua atau masih ada yang ganti atau mandi di situ. Ternyata sudah ngga ada siapa – siapa lagi di situ. Ngga sengaja aku melihat ada handuk di kamar mandi cowok. Aku baru ingat kalau di sini pengunjung dapat fasilitas sewa handuk gratis. Aku ambil saja handuk itu dan aku belitkan di tubuhku yang sudah mulai menggigil ini. Tapi ternyata handuk ini ngga panjang – panjang amat, jadinya pahaku terbuka sekitar 15 cm di atas lutut. Ah…. Peduli setan…tar kan aku juga mau balik lagi ke kamar ganti cewek……saat aku keluar dan akan menuju ke kamar ganti cewek, aku bertemu dengan tetanggaku. Namanya dion. Dia menyapaku,”loh Yos, kamu di sini juga? Uda kelar? Kok dah handukan (pakai handuk dalam bahasa jawa)??” sapanya. “ iya neh uda kelar (dalam hati aku berkata ‘renang aja lom sempet….’) tapi dia terus memegang tanganku dan menarikku ke kolam renang. “kamu kedinginan? Kok pake handuk?” “iya neh…dingin banget habiz renang” kelitku. Dia tersenyum dan bilang,”uda renang kok rambutnya masih kering? “……deg…………mampuz….dia tahu…..pikirku. “pasti kamu ngga berani masukin kepalamu kan? Kamu ngga bisa renang ya?” fiuuuuh….. aku kira dia tahu. “sebenernya tadi aku Cuma masuk ke air tapi ngga renang sih….aku belom bisa renang.” Aku bohong buat menutupi segalanya, tapi…… dia malah mengajakku berenang lagi dan menawariku belajar renang. “jam segini kok uda pulang?emang nyemplung berapa lama kamu tadi?? 5 menit doing?? Sini…. Aku ajarin….” Ajaknya sambil menarik kuat tanganku. Aku ngga bisa mengelak, akhirnya aku ngikut ajah…tapi aku hanya duduk di tepi kolam dan memasukkan kaki ke kolam. Sedang dion membuka kaos dan celana pendeknya. Aku ngga ngira tubuh OK banget guys…. Lalu dia masuk ke kolam. Dia mengajakku turun. Tapi aku menolak. Lalu dia mendekatiku dan menarik tanganku sehingga aku terjebur dan handukku lepas. Aku menutupi payudaraku dengan tangan. Dion tidak menyadari kalau aku telanjang. Dia mengambil handukku tadi dan menaruhnya di tepi. “basah ya?” Tanyaku.” Ga pa – pa”balasnya. Lalu dia masuk ke air lagi. “kenapa? Dingin?” tanyanya.” Iya neh…”timpalku. Aku bingung bukan kepalang. Aku mikir giman caranya aku keluar dari kolam dalam keadaan bugil gini???? Dia menyuruhku pemanasan dengan membalikkan badan.”kamu pegang tepi lalu rebahkan tubuh kamu tengkurap, nanti aku pegangi perutmu, kamu gerakkan kakimu,OK?” katanya. Mampuz deh lo!!!!!! Saat aku rebahkan tubuhku, dia kaget minta ampun. “yos,kamu ngga pake baju????!!” katanya sambil berbisik. Akhirnya dia tahu. “makanya itu aku tadi pake handuk terus. Ceritanya panjang. Bantuin aku dong….” “bantuin gimana? Uda rame gini…” katanya masih tetap berbisik. “duh gimana coba?” aku mulai bingung. Aku liat dion juga bingung. Kayaknya dia dah perhatian ma aku deh…pikirku…. “ gini aja, kamu menghadap ke tepi aja terus dan rambut kamu geraikan aja buat nutupin dada kamu.” Katanya. Lalu aku balikkan badan dan melepas ikatan rambutku buat nutupin payudaraku. Dion naik ke tepi buat ngambil handukku tadi. Lalu dia masuk lagi ke air menyuruhku pakai handuk lagi. Sulit banget….handuknya tergerai terus…. “gini aja, kamu tetep gitu aku liat situasi sekitar.” Katanya lagi. Beberapa saat kemudian dia menyuruhku naik dengan handuk tadi dan berkata “aman…naik sekarang….pakai handuknya di atas. Cepat…” aku lihat sekelilingku cowok2 yang tadi bergerombol pada menuju ke Gym. Aku langsung aja naik dan memakai handukku. Lalu dion menyusul dan mengajakku masuk ke kamar ganti cewek. Dia menunggu di depan.

Setelah aku masuk, aku kaget karena tas dan pakaianku uda ngga ada di tempatnya lagi. Mungkin sudah diambil orang atau diamanin di meja resepsionis. Lalu aku keluar dan mengatakannya pada dion. Dia malah tambah bingung lagi. Keliatan dari wajahnya. Aku mulai suka sama caranya memperhatikan kehormatanku. “kalau kamu ambil di resepsionis, mereka akan tahu kalau kamu ngga pake baju, karena bajumu ada di mereka.” Katanya. “ kalau kamu yang minta gimana, yon?” pintaku.” Ngga mungkin lah…. Tar dikiranya aku bohong, kan tu tas cewek. Dikiranya aku ngapa – ngapain ma kamu lagi……” “trus gimana??” rengekku. “gini aja, kamu pake jaketku aja. Tar kamu ikut aku pulang, kebetulan aku bawa mobil. Kamu bawa motor kan? Ditinggal dulu aja. Nanti kamu balik ke sini lagi dan minta tasmu ke resepsionis. Gimana?” “yauda gitu aja. Mana jaketmu?” lalu dia pergi mengambil jaket dan bajunya. “Neh..pake ya…” “kalau celana pendekmu aku pinjem gimana?” tanyaku. “ok deh…”. Lalu aku masuk kamar ganti dan dia juga memakai kaosnya di depan kamar ganti cewek, mungkin maksudnya jagain kalau ada yang masuk. Lalu ngga lama aku keluar dan dia melihatku dengan tersenyum. “kenapa???uda de… ngga usah ketawa….yuk ah….” Aku tau aku keliatan aneh pake jaket ketat tapi celana kebesaran. EGP……yang penting bisa keluar dengan aman. Lalu aku segera masuk mobil dion setelah dia membukakan pintu buatku. Dia masuk mobil dan ngga sengaja aku lihat di balik celana renang ketat yang dia masih pakai, penisnya terlihat menegang dan aku yakin dia ngga pake CD. “wah…. Ada yang tegang neh…” kataku sambil tersenyum mengejek. “gara – gara kamu sih…” katanya sambil tertawa dan memegangi penisnya. “BTW, kok kamu bisa bugil gitu?” “suka aja….” Kataku sambil tersenyum. Dia menepi dan terbelalak padaku. “tadi itu kamu sengaja???aku kira pakaian renangmu dicuri dan terpaksa pakai handuk. Handuknya handuk cowok lage….jangan – jangan kamu masuk kamar ganti cowok juga…??” “iya…” kataku sambil tersenyum. “gokil lw….hahaha….” “ yang penting ngga ketahuan.” “ketahuan donk…sama aku….” “iya c….Yon kalau ke bukit cinta dulu gimana?” aku mengajaknya di suatu tempat di dekat rumahku. Tuh tempat buat pacaran, karena pemandangannya bagus banget. Lalu dia membelokkan kearah Bukit Cinta. Sampe di sana kita berhenti. “kenapa mau ke sini? Mau nglakuin hal gila lagi??” tanyanya sambil tersenyum. Lalu dia keluar dan berdiri melihat jauh ke depan. Aku lalu keluar mobil dan memeluknya dari belakang. Dia kaget banget. “makasih y Yon uda bantuin aku.” “OK. Ngga apa – apa. Tapi lepasin dong…ngga enak diliat orang. Aku tambah mengencangkan pelukannku sambil meraba – raba perutnya. “eh… kamu ngapain? Aku dah punya cewek lho….” “ tapi enak kan?” tandasku. Dia diam aja, aku tahu dia pasti setuju. Lalu aku mulai menggerayangi penisnya dari luar celana renangnya. Dia kaget lagi tapi kali ini ngga berkata apa – apa. Dia seperti menikmatinya. Suasana sepi di Bukit Cinta membuat aku semakin terbawa suasana dan kemudian melepas jaket dan celana pendek dion yang aku pakai. Serta merta aku bugil lagi. Angin dingin berhembus di pori – pori tubuhku yang mulus. Dan aku merasakan tantangan yang lain dengan bugil di tempat terbuka. Lalu aku membalikkan tbuh dion, dan tentu dia kaget aku sudah dlam kondisi bugil lagi. Dia tersenyum. Kemudian dia melihat sekitar kalau – kalau ada orang lain. Setelah dirasa aman, Lalu bibir kami bertemu. Dia menjilati sekitar bibirku. Aku rasakan nafasnya yang segar menyetuh wajahku. Dia mulai mengulum bibirku denga pelan dan tangannya memegang pantatku. Menggesek – gesekkan di sekitar anusku, kemudian terus dan menuju vaginaku. Aku mengerang geli bercampur nikmat. Mulutnya tidak lepas dari bibirku. Tanganku mencoba memasuki daerah vitalnya. Aku rasakan kontolnya yang besar dan tegangan tinggi. Aku melepas bibirku dari ciumannya dan aku lepaskan celananya ke bawah sehingga terlihatlah pistol tegang seolah menodong kea rah mukaku. Aku bener2 ngga kuasa ingi mengulumnya. Dia mendesah sambil membelai rambut panjangku yang tergerai. Aku terus memasukkan kontolnya dalam mulutku pelan sampai benar – benar habis aku telan. Panjang kontolnya sekitar 17 cm, tergolong pajang untuk ukuran cowok asia. Dia benar – benar mendesah terangsang oleh seranganku yang makin lama makin cepat. Aku rasakan penisnya berdenyut kencang. Tangan kananku aku masukkan dalam vaginaku yang mulai basah sedang tangan kiriku memegang pantatnya. Aku rasakan tangannya ikut menggerayangi payudaraku yang terasa semakin kencang. Lalu aku berdiri, dan gentian dion mengulum putting kananku yang berwarna pink ini.tangan kirinya meremas toket kiriku sedangkan tangan kanannya menggesek – gesekkan kea rah vaginaku yang basah dan berdenyut – denyut. Aku melepaskan diri darinya dan ake merebah di atas rumput yang masih basah. Saat itu masih sekitar pukul 9 jadi belum terlalu panas mataharinya. Dion melepas kaosny dan terlihat perutnya yang sangat terawat dan lenganya yang berotot. Aku buka pahaku dan tersenyum siap dan pasrah diapain aja sama dia. Dia berseru “wow….”dan langsung menancapkan kontolnya ke lubang vaginaku. Aku mendesah kencang saat kontolnya mulai masuk ke dalam. Pelan – pelan dia memasukkan kontolnya, lalu lama – lama cepat. Dia terlihat sangat horny. Aku pegang putingnya dan dia meremas toketku tetap sambil mengayunkan kontolnya ke dalam dan keluar vaginaku. Dia juga bilang baru kali ini dia ML. jadi aku adalah cewek pertama yang melepas keperjakaannya. Walaupun dia uda punya cewek, aku ngga peduli. Dia baru bisa gaya missionary. Maklum baru pertama. Tapi aku akui dia cukup tahan lama. Hampir setengah jam dia melakukan gerakan itu sampai akhirnya dia hamper klimaks. Dia Tanya padaku akan dikeluarin dimana? Aku sih pasrah aja. Akhirnya dia muncrat di dalam vaginaku. Jujur saat itu aku belum klimaks. Tapi aku pura – pura mendesah seolah sudah puas. Lalu dia merebahkan diri di sampingku. Terlihat sekali kecapekan. Aku menghadapnya dan dia tersenyum padaku. “kamu bener – bener cewek luar biasa. Baru kali ini aku menemui cewek kayak kamu. Padahal sebelumnya kita ngga pernah akrab, tapi tau-tau kamu berani ngajak aku kayak gini. Kenapa kamu mau sama aku?aku kan bukan cowokmu…” “emang kamu ngga suka?” tanyaku sambil membelai dadanya yang bidang. “ sapa bilang ngga suka??” katanya sambil tersenyum padaku. “lain kali kalau kamu butuh lagi, aku siap kok” aku menawarinya. “siiip dah…….” Sahutnya.

Lalu kita mengambil pakaian kita dan masuk ke mobil masih dalam keadaan bugil juga. Di dalam mobil aku masih memasukkan jariku ke dalam vagina untuk memuaskan diriku sendiri. Aku hanya memakai jaket dion dan dion hanya memakai kaosnya, dia mengantarku pulang sekaligus mengantarku ke kolam renang tadi untuk mengambil tasku yang ketinggalan. Dan besoknya yang sangat aku ngga sangka – sangka ada kiriman MMS dari nomor yang ngga aku kenal video saat aku melakukan sama dion di Bukit Cinta kemarinnya. Dia mengancam akan menyebarkan kalau permintaanya ngga dituruti. Cerita selanjutnya lebih menegangkan lagi, karena ini benar – benar kisah nyataku. Aku akan cerita nanti saja kalau aku ada waktu lagi. Thanx dah ndengerin curhatanku.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...